Get this widget!

Minggu, 31 Juli 2011

DISFUNGSI EREKSI
Original Article “Erectile Dysfunction” from Harrison’s Principle of Internal Medicine 17th ed. Translated by Husnul Mubarak,S.Ked
EPIDEMIOLOGI
Disfungsi Ereksi (DE) tidak dianggap sebagai bagian normal dari penuaan. Namun, ini berkaitan dengan perubahan fisiologis dan psikologis berkaitan dengan umur. Pada survey komunitas yang diadakan oleh Massachusetts Male Aging Study (MMAS) pada laki-laki dengan rentang umur 40 – 70 tahun, 52% responder dilaporkan memiliki beberapa derajat DE. DE sempurna terjadi pada 10% responder. DE moderat terjadi pada 25% dan DE minimal pada 17% responder. Insiden DE moderat dan berat meningkat dua kali lipat pada umur 40 dan 70. Pada National Health and Social Life Survey (NHSLS), dimana menjadi sampel nasional mewakili populasi pria umur 18-59 tahun, 10% pria dilaporkan tidak dapat menjaga ereksi (serupa dengan proporsi pria dengan DE sempurna pada survey MMAS). Insiden tertinggi adalah pria dengan umur 50-59 tahun (21%) dan pria miskin (14%), perceraian (14%) dan kurang pendidikan (13%)...
Insiden terjadinya DE juga meningkat pada pria dengan keadaan medis tertentu seperti DM, obesitas, gejala saluran kemih bagian bawah akibat benign prostatic hyperplasia (BPH), penyakit jantung, hypertensi, dan penurunan kadar HDL. Merokok merupakan faktor resiko bermakna untuk perkembangan DE. Pengobatan untuk DM dan penyakit jantung merupakan faktor resiko penambah. Terdapat peningkatan resiko DE pada pria yang telah menjalani radiasi atau operasi kanker prostate dan pada mereka dengan cedera medulla spinalis bagian bawah. Penyebab psikologis DE adalah depresi, kemarahan, atau stress akibat kehilangan pekerjaan atau penyebab lainnya.

PATOFISIOLOGI
DE dapat disebabkan dari tiga mekanisme dasar ini: (1) kegagalan menginisiasi (psikogenik, endokrinologik, atau neurogenic); (2) kegagalan pengisian (arteriogenik); atau (3) kegagalan untuk menyimpan volume darah yang adekuat didalam jaringan lacunar (disfungsi venooklusif). Kategori ini dapat terjadi secara bersamaan. Sebagai contoh, mengurangnya tekanan pengisian (filling pressure) dapat menyebabkan adanya kerusakan venous. Faktor psikogenik seringkali terjadi bersama dengan faktor etiologi lainnya. Diabetes, atherosclerosis, dan penyebab akibat obat terhitung pada 80% kasus DE pada pria dewasa.
Vaskulogenik
Penyebab organic paling sering untuk DE adalah gangguan aliran darah ked an dari penis. Atherosclerosis atau penyakit arterial traumatic dapat menurunkan aliran ke ruang lacunar, menyebabkan menurunnya rigiditas dan memanjangnya waktu untuk ereksi penuh. Aliran yang berlebihan pada vena, walaupun adekuat jumlahnya, dapat menyebabkan DE. Perubahan structural pada komponen fibroelastik pada corpora dapat menyebabkan berkurangnya komplians dan ketidakmampuan untuk menyempitkan vena pada.
Neurogenic
Gangguan yang mengenai medulla spinalis bagian sacral atau jaras saraf otonom menuju penis dapat mencegah terjadinya aktivitas sistem relaksasi saraf pada otot halus penis, sehingga hal ini mengakibatkan DE. Pada pasien dengan cedera medulla spinalis, derajat dari DE bergantung pada tingkat kerusakan dan lokasi lesi. Pasien dengan lesi parsial atau cedera pada bagian atas dari medulla spinalis cenderung masih memiliki kemampuan ereksi dibandingkan seseorang yang memiliki lesi sempurna atau terdapat pada bagian bawah medulla spinalis. Walaupun sekitar 75% pasien dengan cedera medulla spinalis memiliki kemampuan untuk ereksi, hanya 25% dari jumlah tersebut yang memiliki ereksi yang cukup untuk penetrasi. Gangguan neurologist lainnya yang umumnya berkaitan dengan DE termasuk multiple sclerosis atau neuropati perifer. Yang terakhir disebabkan oleh diabetes atau alkoholisme. Operasi pelvis juga dapat menyebabkan DE akibat terganggunya suplai saraf otonom.
Endokrinologik
Androgen meningkatkan libido, namun peran pastinya terhadap fungsi ereksi masih tetap belum jelas. Seseorang dengan kadar testosterone yang rendah dapat mencapai ereksi dari stimulus visual atau seksual. Namun, kadar testosteron normal sepertinya penting untuk fungsi ereksi, terutama pada pria tua. Terapi alih androgen dapat memperbaiki fungsi ereksi yang menurun jika diakibatkan hypogonadism; namun, terapi ini tidak bermanfaat pada DE jika kadar testosterone masih normal. Peningkatan hormon prolactin dapat menurunkan libido dengan menekan hormone gonadotropin-releasing hormone (GnRH), dan juga dapat menurunkan kadar testosterone. Terapi untuk hiperprolaktinemia dapat menggunakan agonis dopamine yang dapat mengembalikan libido dan testosterone.
Diabetes
DE terjadi pada 35-75% pria dengan diabetes mellitus. Mekanisme patologis utamanya berkaitan dengan komplikasi vaskuler dan neurologik DM. Komplikasi makrovaskuler diabetes biasanya berkaitan dengan umur, dimana komplikasi mikrovaskuler berhubungan dengan durasi lamanya diabetes dan derajat pengendalian glikemia. Seseorang dengan diabetes juga memiliki penuruna nitric oxide synthase pada jaringan endotel dan neural.
Psikogenik
Dua mekanisme yang berkontribusi terhadap inhibisi ereksi pada DE psikogenik. Pertama, stimulus psikogenik pada sacral medulla spinalis dapat menghambat respon reflexogenik, akibatnya menghambat aktivasi aliran vasodilator menuju penis. Kedua, stimulasi simpatis berlebihan pada pria cemas dapat meningkatkan tonus otot halus penis. Penyebab paling umum dari DE psikogenik adalah kecemasan, depresi, konflik suatu hubungan, kehilangan rasa memikat, hambatan seksual, konflik dengan partner sex, pelecehan sexual pada masa kecil, dan ketakutan akan penyakit menular sexual. Kebanyakan pasien dengan DE yang sudah jelas memiliki dasar penyebab organic, dapat terkena efek psikologis sebagai reaksi terhadap DE, sehingga memberikan beban ganda.
Akibat Pengobatan
DE yang disebabkan oleh obat diperkirakan terjadi pada 25% pria yang ditemukan pada klinik rawat jalan. Diantara agen antihipertensi, diureik thiazida dan beta blocker yang paling sering menjadi penyebab. Calcium channel blocker dan ACE inhibitor lebih jarang dilaporkan. Obat-obat ini dapat bekerja secara langsung pada tingkat corporal (mis. Ca channel blocker) atau secara tidak langsung dengan menurunkan tekanan darah pada pelvis, dimana penting untuk mempertahankan kontraksi penis. Adrenergik blocker jarang menjadi penyebab DE. Estrogen, agonis GnRH, H2 antagonis, dan spironolactone menyebabkan ED dengan menekan produksi gonadotropin atau dengan menghambat kerja androgen. Agen antidepresi dan antipsikosis – terutama neuroleptik, tricyclic, dan SSRI – berhubungan dengan kesulitan dalam ereksi, ejakulasi, orgasme, atau kepuasan seksual lainnya.
 
Daftar obat yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi
Classification
Drugs
Diuretics
Thiazides, Spironolactone
Antihypertensives
Calcium channel blockers, Methyldopa
Clonidine, Reserpine, Beta-Blockers
Guanethidine
Cardiac/anti-hyperlipidemics
Digoxin, Gemfibrozil, Clofibrate
Antidepressants
Selective serotonin reuptake inhibitors
Tricyclic antidepressants, Lithium
Monoamine oxidase inhibitors
Tranquilizers
Butyrophenones, Phenothiazines
H2 antagonists
Ranitidine, Cimetidine
Hormones
Progesterone, Estrogens, Corticosteroids
GnRH agonists, 5-Reductase inhibitors
Cyproterone acetate
Cytotoxic agents
Cyclophosphamide, Methotrexate
Roferon-A
Anticholinergics
Disopyramide, Anticonvulsants
Recreational
Ethanol, Cocaine,Marijuana
Walaupun banyak pengobatan yang menyebabkan DE, pasien sering memiliki faktor resiko sebelumnya yang membingungkan gambaran klinis. Jika terdapat hubunfan kuat antara pemberian obat dan onset DE, pengobatan lain sebaiknya dipertimbangkan. Namun umum dilakukan di klinik untuk menambah pengobatan DE tanpa melakukan perubahan banyak pada pengobatan suatu penyakit, karena mungkin sulit untuk menegakkan peran kausal dari suatu obat terhadap DE.
Pendekatan Pada Pasien Disfungsi Ereksi.
Hubungan dokter-pasien yang baik membantu untuk mendapatkan kemungkinan penyebab DE, dimana banyak membutuhkan diskusi masalah privasi dan biasanya topic yang memalukan. Riwayat medis dan seksual lengkap sebaiknya didapatkan sebagai usaha untuk menilai apakah DE karena sebab organic, psikogenik, atau multifactor. Pertanyaan pertama sebaiknya memusatkan perhatian pada onset gejala, adanya dan lamanya ereksi jika masih bisa terjadi, dan perkembangan dari DE. Riwayat ereksi nocturnal atau pagi hari berguna untuk membedakan fisiogik dari psikogenik. Ereksi malam hari yang terjadi selama tidur REM (Rapid Eye Movement) membutuhkan sistem neurologist dan sirkulasi yang utuh. Penyebab DE organik biasanya ditandai dengan adanya perubahan perlahan dan menetap dalam ketegangan atau ketidakmampuan untuk mempertahankan ereksi nocturnal, coital (pada saat coitus), atau ereksi diprovokasi sendiri. Pasien sebaiknya ditanyai mengenai adanya pembengkokan penis atau nyeri pada saat koitus. Penting juga untuk menanyakan tentang libido, karena penurunan hasrat sex dan DE merupakan tanda awal dari abnormalitas endokrin (misal. peningkatan prolaktin, penurunan kadar testosterone). Tanyakan juga apakah masalahnya terjadi terbatas hanya pada satu partner sexual karena DE tidak jarang terjadi berkaitan dengan adanya hubungan partner sex baru diluar pernikahan. DE situasional yang berlawanan dengan DE konsisten, menandakan adanya faktor psikogenik. Ejakulasi lebih jarang terlibat daripada ereksi, namun sebaiknya ditanyakan apakah ejakulasi normal, dini, tertunda, atau tidak ada. Faktor resiko relevan sebaiknya diidentifikasi seperti diabetes mellitus, penyakit jantung koroner (PJK), dan gangguan neurologis. Riwayat operasi pada pasien sebaiknya dieksplorasi dengan menekankan pada prosedur bedah pada usus, saluran kemih, prostat, atau prosedur vaskulatur. Riwayat pengobatan lengkap juga penting digali. Perubahan sosial yang dapat memicu DE juga krusial dalam pemeriksaan, termasuk kekhawatiran akan kesehatan, kematian pasangan hidup, perceraian, pertengkaran rumah tangga, dan permasalahan financial. 
Daftar obat yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi
Classification
Drugs
Diuretics
Thiazides, Spironolactone
Antihypertensives
Calcium channel blockers, Methyldopa
Clonidine, Reserpine, Beta-Blockers
Guanethidine
Cardiac/anti-hyperlipidemics
Digoxin, Gemfibrozil, Clofibrate
Antidepressants
Selective serotonin reuptake inhibitors
Tricyclic antidepressants, Lithium
Monoamine oxidase inhibitors
Tranquilizers
Butyrophenones, Phenothiazines
H2 antagonists
Ranitidine, Cimetidine
Hormones
Progesterone, Estrogens, Corticosteroids
GnRH agonists, 5-Reductase inhibitors
Cyproterone acetate
Cytotoxic agents
Cyclophosphamide, Methotrexate
Roferon-A
Anticholinergics
Disopyramide, Anticonvulsants
Recreational
Ethanol, Cocaine,Marijuana
Walaupun banyak pengobatan yang menyebabkan DE, pasien sering memiliki faktor resiko sebelumnya yang membingungkan gambaran klinis. Jika terdapat hubunfan kuat antara pemberian obat dan onset DE, pengobatan lain sebaiknya dipertimbangkan. Namun umum dilakukan di klinik untuk menambah pengobatan DE tanpa melakukan perubahan banyak pada pengobatan suatu penyakit, karena mungkin sulit untuk menegakkan peran kausal dari suatu obat terhadap DE.
Pendekatan Pada Pasien Disfungsi Ereksi.
Hubungan dokter-pasien yang baik membantu untuk mendapatkan kemungkinan penyebab DE, dimana banyak membutuhkan diskusi masalah privasi dan biasanya topic yang memalukan. Riwayat medis dan seksual lengkap sebaiknya didapatkan sebagai usaha untuk menilai apakah DE karena sebab organic, psikogenik, atau multifactor. Pertanyaan pertama sebaiknya memusatkan perhatian pada onset gejala, adanya dan lamanya ereksi jika masih bisa terjadi, dan perkembangan dari DE. Riwayat ereksi nocturnal atau pagi hari berguna untuk membedakan fisiogik dari psikogenik. Ereksi malam hari yang terjadi selama tidur REM (Rapid Eye Movement) membutuhkan sistem neurologist dan sirkulasi yang utuh. Penyebab DE organik biasanya ditandai dengan adanya perubahan perlahan dan menetap dalam ketegangan atau ketidakmampuan untuk mempertahankan ereksi nocturnal, coital (pada saat coitus), atau ereksi diprovokasi sendiri. Pasien sebaiknya ditanyai mengenai adanya pembengkokan penis atau nyeri pada saat koitus. Penting juga untuk menanyakan tentang libido, karena penurunan hasrat sex dan DE merupakan tanda awal dari abnormalitas endokrin (misal. peningkatan prolaktin, penurunan kadar testosterone). Tanyakan juga apakah masalahnya terjadi terbatas hanya pada satu partner sexual karena DE tidak jarang terjadi berkaitan dengan adanya hubungan partner sex baru diluar pernikahan. DE situasional yang berlawanan dengan DE konsisten, menandakan adanya faktor psikogenik. Ejakulasi lebih jarang terlibat daripada ereksi, namun sebaiknya ditanyakan apakah ejakulasi normal, dini, tertunda, atau tidak ada. Faktor resiko relevan sebaiknya diidentifikasi seperti diabetes mellitus, penyakit jantung koroner (PJK), dan gangguan neurologis. Riwayat operasi pada pasien sebaiknya dieksplorasi dengan menekankan pada prosedur bedah pada usus, saluran kemih, prostat, atau prosedur vaskulatur. Riwayat pengobatan lengkap juga penting digali. Perubahan sosial yang dapat memicu DE juga krusial dalam pemeriksaan, termasuk kekhawatiran akan kesehatan, kematian pasangan hidup, perceraian, pertengkaran rumah tangga, dan permasalahan financial. 
rumah tangga, dan permasalahan financial.
Gambar I. Skema hubungan dokter-pasien DE
Karena DE sering melibatkan faktor resiko sel endothelial, pria dengan DE dilaporkan memiliki insiden yang lebih tinggi terkena myocardial infark silent atau terselubung. Karenanya, pria DE tanpa gejala penyakit jantung tetap juga dicurigai memiliki gangguan vaskuler termasuk PJK.
Pemeriksaan fisis merupakan elemen yang penting dalam penilaian DE. Tanda hipertensi begitu pula dengan penyakit tiroid, hati, hematology, kardiovaskuler, atau ginjal sebaiknya dicari. Pemeriksaan sebaiknya melibatkan sistem endokrin-vaskuler, genital, dan kelenjar prostate. Penis sebaiknya dipalpasi dengan seksama di sepanjang korpora untuk mendeteksi adanya plak fibrotik. Berkurangnya ukuran testis dan hilangnya tanda seksual sekunder merupakan tanda dari hipogonadisme. Pemeriksaan neurologist sebaiknya mengikutkan penilaian tonus sphincter ani, refleks bulbocavernosus, dan memeriksa adanya neuropati perifer.
Walaupun hyperprolactinemia jarang terjadi, kadar prolaktin sebaiknya diperiksa karena penurunan libido dan/atau disfungsi ereksi merupakan gejala prolaktinoma atau lesi massa lain pada sella. Kadar testosterone serum sebaiknya diukur dan, jika rendah, gonadotropin sebaiknya diukur juga untuk menentukan apakah hipogonadisme primer atau sekunder (berasal dari hipotalamus-talamus). Jika sudah lama tidak dilakukan, pemeriksaan kimia darah, darah rutin, dan profil lipid dapat bernilai, karena dapat mengumpulkan informasi adanya anemia, diabetes, dan penyakit sistem lainnya yang berkaitan dengan DE. Penentuan prostate specific antigen (PSA) pada serum sebaiknya dilakukan berdasarkan panduan klinis kelainan prostate.
Pemeriksaan penunjang jarang dibutuhkan pada pemeriksaan DE. Namun, pada beberapa pasien tertentu, pemeriksaan khusus dapat memberikan panduan terhadap mekanisme patologis pada DE dan membantu pemilihan opsi terapi. Pemeriksaan penunjang khusus termasuk (1) Pemeriksaan pembesaran penis nocturnal dan ketegangannya, (2) Pemeriksaan vaskuler (injeksi zat vasoaktif, USG Doppler pada penis, angiography penis, infuse cavernosography dinamis/cavernosometri), (3) Pemeriksaan neurologist ( persepsi getaran biothesiometry, somatosensorik); dan (4) Pemeriksaan psikologis diagnostic. Pemeriksaan ini pasti seimbang antara biaya dan dalamnya informasi yang potensial didapatkan.
Disfungsi Seks Pria : Terapi
Edukasi Pasien
Memberikan edukasi pada pasien dan partnernya penting dalam menangani DE. Dalam terapi sukses, edukasi dapat memfasilitasi pemahaman mengenai penyakit, hasil pemeriksaan, dan pemilihan terapi. Diskusi pilihan terapi membantu mengklarifikasi pada keadaan apa suatu terapi diberikan dan menyusun terapi lini kedua dan pertama. Pasien dengan permasalahan pola hidup beresiko tinggi, seperti merokok, penyalahgunaan alcohol dan obat-obatan terlarang, sebaiknya dikonsul bahwa faktor ini dapat berperan dalam perkembangan DE.
Obat Oral
Sildenafil (Viagra), tadalafil (Cialis), dan vardenifil (Levitra) merupakan agen oral efektif dan yang diakui untuk pengobatan DE. Ketiga pengobatan ini telah berkembang secara signifikan dalam pengobatan DE karena mereka efektif untuk menangani secara luas dari penyebabnya, termasuk psikogenik, diabetic, vasculogenik, postradical prostatektomi, dan cedera medulla spinalis. Mereka termasuk golongan pengobatan yang selektif dan penghambat potensial PDE-5, phosphodiesterase isoform yang dominant ditemukan pada penis. Obat ini diberikan dalam dosis yang gradual dan memperbaiki ereksi setelah stimulasi seksual. Onset aksi ini berlangsung sekitar 60 – 120 menit, tergantung dari pengobatan yang digunakan dan faktor lain yang berpengaruh seperti pola makan terakhir. Dosis inisial yang kurang diberikan pada pasien lanjut usia, sedang menjalani pengobatan alpha blocker, memiliki insufisiensi renal, atau yang dalam pengobatan yang menhambat jalur metabolisme CYP3A4 pada hati (misal., erythromycin, cimetidine, ketoconazole, dan, kemungkinan, itraconazole dan mibefradil), karena mereka dapat meningkatkan konsentrasi PDE-5 inhibitor atau menyebabkan hipotensi. Suplemen testosterone dikombinasikan dengan PDE-5 inhibitor dapat bermanfaat dalam memperbaiki fungsi ereksi pada pria hipogonad dengan DE yang tidak berespon dengan PDE-5 inhibtor saja. Obat ini tidak mempengaruhi ejakulasi, orgasme, atau hasrta seksual. Efek samping yang berhubungan dengan PDE-5 yaitu sakit kepala (19%), wajah merah merona/flushing (9%), dyspepsia (6%) dan kongesti nasal (4%). Sekitar 7% pria yang mengkonsumsi sildanefil dapat mengalami perubahan penglihatan warna transient (blue halo effect), sementara 5% pria yang mengkonsumsi tadalafil mengalami nyeri pada penis. Kontraindikasi PDE-5 inhibitors adalah terapi nitrat (yang diberikan lewat oral, siblingual, atau topical) pada pasien penyakit jantung. Agen ini dapat mengeluarkan efek hipotensinya dan dapat menyebabkan shock yang sangat serius. Begitupula pada amyl/butyl nitrat memiliki sinergestik fatal pada efeknya terhadap tekanan darah. PDE-5 inhibitors sebaiknya dihindari pada pasien dengan gagal jantung kongestif dan cardiomyopati karena adanya resiko kolaps vaskuler. Karena aktivitas seksual dapat meningkatkan penggunaan kalori fisiologis [5–6 metabolic equivalents (METS)], dokter dianjurkan untuk memberikan peringatan terhadap pemakaian obat untuk aktivitas seksual pada pasien dengan penyakit koroner, gagal jantung, hypotensi borderline, dan hypovolemia, dan pemakian regimen antihypertensive..
Walaupun diantara 3 PDE-5 inhibitors memiliki mekanisme yang sama, terdapat sedikit perbedaan diantara 3 agen ini. Telah lama tersedia di pasaran, sildenafil memiliki banyak data yang menyatakan aktivitas, keamanan, dan toleransinya. Obat ini baru-baru saja digunakan untuk hipertensi pulmoner. Tadalafil mempunyai keunikan dalam waktu panjang yang lama. Semua tiga jenis obat ini efektif untuk pasien DE dengan umur, keparahan, dan penyebab apapun. Walaupun terdapat perbedaan farmakokinetik dan farmakodinamik diantara obat ini, perbedaan klinis yang relevan tidak jelas.
Gambar II. Viagra, pil biru "sakti" yang mengandung sildenafil
Terapi Androgen
Terapi penggantian hormon testosterone digunakan untuk mengatasi penyebab primer dan sekunder hipogonadisme. Suplemen androgen pada keadaan testosterone yang normal tidak efektif dan tidak dianjurkan. Metode dari terapi ini yaitu dengan plaster (patch) dan gel transdermal, pemberian parenteral dari testosterone ester long-acting (enenthate dan cypionate), dan sediaan oral (17 -alkylated derivatives). Pemberian testosterone transdermal menggunakan patch atau gel (50-100mg/d) lebih mendekati kadar testosterone fisiologik. Pemberian 200-300mg intramuskuler setiap 2-3 minggu memberikan pilihan lain namun jauh ideal daripada terapi penggantian fisiologis. Sediaan androgen oral memiliki potensi hepatotoxic dan sebaiknya dihindari. Pria dengan kanker yang sensitive dengan androgen (mis. Kanker prostat) merupakan kontraindikasi untuk terapi testosterone dan tidak cocok juga diberikan pada pasien dengan obstruksi kantung kemiih (buli-buli). Dianjurkan untuk mengukur kadar PSA sebelum melakukan terapi testosteron. Fungsi hati sebaiknya diperiksa sebelum dan selama terapi testosterone berjalan.
Vacuum Constriction Devices
Vacuum constriction devices (VCD) merupakan peralatan terapi noninvasine yang tersedia. Alat ini merupakan pilihaan terapi untuk pasien yang tidak mau mengkonsumsi sildenafil atau tidak menginginkan intervensi lainnya. VCD mengalirkan darah vena menuju ke penis dan menggunakan semacam cincin penjepit untuk menahan aliran darah balik sehingga mempertahankan ereksi. Efek samping pemakaian VCD adalamah nyeri, kesemutan, memar, dan gangguan ejakulasi. Sebagai tambahan, kebanyakan pasien mengeluhkan alat ini sulit digunakan dan ereksi yang ditimbulkan memiliki penampakan dan rasa yang tidak fisiologis.
Gambar III. Contoh alat VSD yang tersedia
Alprostadil Intraurethral
Jika pasien gagal berespon terhadap terapi oral, pilihan berikutnya adalah intrauteral atau injeksi zat vasoaktif. Prostaglandin E1 intraurethral, dalam bentuk butir semisolid (dosis 125 – 1000 g), diberikan melalui sebuah aplikator. Sekitar 65% pria yang melakukan alprostadil intraurethra berespon dengan ereksi jika dilakukan di klinik, namun hanya 50% dari mereka yang berhasil melakukan coitus dirumah. Insersi intraurethral berkaitan dengan penurunan insiden priapismus dibandingkan injeksi intracavernosal.
Injeksi Intracavernosal
Injeksi formula sinteti alprostadil efektif pada 70-80% pasien DE, namun penghentian pemakaian selalu terjadi karena sifat yang invasive pada pemberiannya. Rentang dosisnya antara 1 dan 40 g. Terapi injeksi ini dikontraindikasikan untuk pria dengan riwayat hipersensitivitas terhadap obat tersebut dan pria yang beresiko priaprismus (keadaan hypercoagulable, penyakit sickle cell). Efek samping termasuk efek lokal seperti, ereksi berkepanjangan, nyeri, dan jaringan parut pada pemakaian lama. Kombinasi beragam alprostadil, phentolamine, dan/atau papaverine seringkali digunakan pula.
Operasi
Bentuk terapi yang lebih jarang digunakan untuk DE adalah operasi implantasi prosthesis penis semirigid atau yang dapat mengembang. Terapi pembedahan ini bersifat invasif dan memiliki banyak komplikasi. Biasanya diberikan pada pasien DE yang refrakter. Walaupun harga yang sangat mahal dan invasif, prostheses penis memiliki angka kepuasan pasien dan partner sexnya yang tinggi.
Gambar IV. Prosthesis penis yang ditanam didalam penis
Terapi Sex
Suatu pelatihan terapi sex dapat berguna untuk memperbaiki faktor interpersonal yang mungkin mempengaruhi fungsi sexual. Terapi sex biasanya mencakup diskusi dan latihan tertentu untuk pasien dan pasangannya. Terapi ini lebih baik dilakukan bersama dengan pasangan, jika pasien memiliki hubungan yang intim.

Pembengkakan Nodus Limfa

Pembengkakan Nodus

Limfa

Definisi Nodus Limfa 

 

Nodus-nodus limfa adalah suatu komponen yang penting dari sistim imun tubuh dan membantu dalam memerangi infeksi-knfeksi.
Mereka adalah struktur-struktur yang kecil, lunak, bulat atau oval yang ditemukan diseluruh tubuh dan berhubungan satu sama lainnya dalam model seperti rantai (lymphatic chains) oleh kanal-kanal yang serupa pada pembuluh-pembuluh darah. Setiap nodus limfa individu diselubungi oleh suatu kapsul yang terbentuk dari jaringan penghubung.

Didalam kapsul, nodus-nodus limfa mengandung jenis-jenis tertentu dari sel-sel imun. Sel-sel ini sebagian besar adalah lymphocytes, yang menghasilkan protein-protein yang menangkap dan memerangi virus-virus dan mikroba-mikroba lain, dan macrophages, yang menghancurkan dan menghilangkan material yang ditangkap.

Lokasi-Lokasi Nodus Limfa

Nodus-nodus limfa berlokasi diseluruh tubuh. Beberapa ada langsung dibawah kulit dimana yang lain-lain berada dalam didalam tubuh. Bahkan nodus-nodus limfa yang paling superficial (dekat pada kulit) adalah biasanya tidak terlihat atau gamblang (dirasakan dengan menyentuh), kecuali mereka membengkak atau membesar untuk beberapa sebab-sebab.
Mereka dihubungkan satu sama lainnya oleh pembuluh-pembuluh limfatik yang terikat secara lepas. Nodus-nodus limfa biasanya bergabung pada daerah-daerah yang berbeda didalam tubuh dimana mereka bertanggung jawab untuk penyaringan darah dan melaksanakan fungsi imunologi mereka untuk area tertentu itu dari tubuh. Cairan dari pembuluh-pembuluh limfatik akhirnya masuk kedalam sistim vena (vena-vena) dalam tubuh.

Penyebab Pembengkakan Nodus Limfa

Ada banya penyebab-penyebab untuk nodus-nodus limfa yang membengkak, adakalanya dirujuk sebagai "kelenjar-kelenjar yang membengkak" atau "swollen glands" (lymphadenopathy atau lymphadenitis). Pada umumnya, nodus-nodus limfa membengkak ketika mereka aktif yang disebabkan oleh suatu infeksi, peradangan, atau kanker.

Infeksi-Infeksi

Infeksi-infeksi adalah penyebab-penyebab yang paling umum dari nodus-nodus limfa yang membengkak. Penyebab-penyebab infeksius yang umum dari nodus-nodus limfa yang membengkak adalah virus, bakteri, parasit, dan jamur.

Virus-Virus

  • infectious mononucleosis (mono),
  • chickenpox,
  • measles,
  • HIV,
  • herpes,
  • virus-virus selesma umum,
  • adenovirus, dan
  • banyak virus-virus lain

Bakteri-Bakteri

  • streptococcus,
  • staphylococcus,
  • cat scratch disease,
  • syphilis,
  • tuberculosis,
  • chlamydia, dan
  • penyakit-penyakit seksual lain yang ditularkan

Parasit-Parasit

  • toxoplasmosis,
  • leshmaniasis

Jamur:

  • coccidiomycosis,
  • histoplamosis

Peradangan

Penyebab-penyebab yang bersifat peradangan dan imunoligik dari nodus-nodus limfa yang membengkak termasuk penyakit-penyakit seperti rheumatoid arthritis dan lupus begitu juga kepekaan pada beberapa obat-obat.

Kanker

Bayak kanker-kanker dapat juga menyebabkan pembengkakan dari nodus-nodus limfa. Ini mungkin adalah kanker-kanker yang berasal dari nodus-nodus limfa atau sel-sel darah seperti lymphomas dan leukemia-leukemia. Mereka mungkin juga adalah kanker-kaner yang menyebar dari organ-organ lain dalam tubuh (metastatic cancers). Contohnya, kanker payudara mungkin menyebar ke nodus-nodus limfa yang terdekat di axilla (dibawah lengan), atau kanker paru mungkin menyebar ke nodus-nodus limfa sekitar tulang selangka.

Penyebab-Penyebab Lain Dari Pembengkakan Nodus Limfa

Ada penyebab-penyebab lain yang kurang umum dari nodus-nodus yang membengkak, seperti penyakit-penyakit genetik penyimpanan lipid (genetic lipid storage diseases), penolakan-penolakan cangkokan transplantasi (transplant graft rejections), sarcoidosis, dan banyak kondisi-kondisi lainnya.
Adalah juga penting untuk menyebutkan bahwa nodus-nodus limfa yang membengkak adalah tidak selalu suatu tanda dari suatu penyakit yang mendasarinya. Adakalanya mereka dapat adalah normal. Contohnya, nodus-nodus limfa yang kecil (kurang dari 1 centimeter), dan rata dibawah rahang (submandibular lymph nodes) pada anak-anak yang sehat dan dewasa-dewasa muda atau nodus-nodus limfa selangkangan (inguinal lymph nodes) yang kecil (sampai dengan 2 centimeter) pada individu-individu yang muda mungkin adalah normal.
Pada banyak kejadian-kejadian, suatu penyebab yang definitif untuk nodus-nodus limfa yang membengkak mungkin tidak dapat ditentukan bahkan setelah melakukan pemeriksaan dan pengujian yang menyeluruh.


Pembengkakan Nodus

Limfa



Gejala-Gejala Pembengkakan Nodus Limfa

Gejala-gejala dari nodus-nodus limfa yang membengkak bervariasi secara luas. Seseorang dapat sepenuhnya bebas dari gejala-gejala (asymptomatic) dan hanya ditemukan ketika mereka tercatat oleh seorang dokter sewaktu suatu pemeriksaan umum fisik.
Adakalanya, nodus-nodus limfa yang membengkak dapat menjadi sangat peka, menyakitkan, dan menjelekkan.
Lebih penting, gejala-gejala lain yang berhubungan dengan suatu penyakit yang mendasarinya yang menemani pembengkakan nodus limfa mungkin adalah lebih signifikan dan secara klinik relevan daripada pembengkakan nodus limfa sendirian. Contohnya, gejala-gejala seperti demam, keringat-keringat malam hari, kehilangan berat badan, atau bukti dari infeksi-infeksi lokal (sakit gigi, luka tenggorokan) mungkin menyediakan petunjuk-petunjuk yang bernilai dalam menentukan penyebab dari pembengkakan nodus limfa.

Mendiagnosis Pembengkakan Nodus Limfa

Nodus-nodus limfa yang membengkak yang lebih dekat pada permukaan tubuh umumnya didiagnosis oleh pemeriksaan seorang dokter dan merasakan area-area yang diketahui mempunyai pergabungan dari nodus-nodus limfa, contohnya, nodus-nodus limfa yang bengkak dibawah lengan-lengan (axillary lymph nodes), nodus-nodus limfa yang bengkak di sisi-sisi leher (cervical lymph nodes), atau nodus-nodus limfa yang bengkak di selangkangan (inguinal lymph nodes). Nodus-nodus yang bengkak ini dapat terlihat dan dirasakan secara mudah.
Waktu-waktu yang lain, nodus-nodus limfa yang lebih dalam dapat terlihat pada studi-studi imaging, seperti CT scan (computed tomography), dari bagian-bagian tubuh yang berbeda.
Amandel-amandel dibelakang tenggorokan adalah juga nodus-nodus limfa, dan mereka adalah satu yang paling terlihat dalam tubuh.
Mendiagnosis penyebab dari nodus-nodus limfa yang bengkak mungkin adalah menantang pada waktu-waktu. Komponen yang paling penting dari mengevaluasi pembengkakan nodus limfa adalah suatu sejarah medis keseluruhan dan suatu pemeriksaan fisik sepenuhnya oleh seorang dokter. Dokter mungkin bertanya pada anda tentang gejala-gejala seperti luka tenggorokan, demam dan menggigil, kelelahan, kehilangan berat badan, suatu daftar yang komplit dari obat-obat, aktivitas seksual, sejarah vaksinasi, perjalanan-perjalanan baru-baru ini, sejarah kanker dari pasien sendiri dan keluarganya jika ada, dan seterusnya.
Suatu kelompok dari nodus-nodus limfa pada suatu area tertentu dari tubuh bereaksi pada gangguan-gangguan pada daerah umum itu. Jika ada suatu infeksi spesifik di daerah dari nodus limfa yang bengkak, itu mungkin adalah kemungkinan besar penyebab dari pembengkakan. Contohnya, suatu infeksi dari kaki atau beberapa penyakit-penyakit seksual yang ditularkan dapat menyebabkan pembengkakan dari nodus-nodus limfa di daerah selangkangan.
Dokter-dokter biasanya menguji nodus-nodus limfa dengan merasakan mereka dan menggolongkan mereka berdasarkan pada seperti apa rasanya nodus-nodus limfa. Mereka dapat digolongkan, contohnya, sebagai:
  • besar atau kecil,
  • peka atau tidak peka,
  • menetap atau bergerak (mobile),
  • keras atau lunak, atau
  • kokoh atau elastis.
Karakteristik-karakteristik ini dapat berguna dalam menyarankan penyebab dari pembengkakan nodus limfa. Contohnya, suatu nodus limfa yang keras, tidak peka, tidak bergerak mungkin lebih banyak adalah karakteristik dari suatu kanker yang menyebar ke nodus itu. Pada sisi lain, suatu nodus limfa yang lunak, peka, dapat bergerak dapat lebih mungkin mewakili suatu infeksi.
Jika nodus limfa yang membesar dicurigai berhubungan dengan suatu kanker, maka suatu biopsi dari nodus limfa mungkin menentukan tipe kanker. Contohnya, suatu nodus limfa yang bengkak disekitar tulang selangka (supraclavicular lymph node), mungkin menandakan kanker paru pada seseorang yang mungkin mempunyai petunjuk-petunjuk klinik lain yang menyarankan kanker paru.



Merawat Pembengkakan Nodus Limfa

Tidak ada perawatan spesifik untuk nodus-nodus limfa yang membengkak. Umumnya, penyebab yang mendasarinya perlu dirawat, yang mungkin berakibat pada resolusi dari nodus limfa yang bengkak.
Merawat suatu infeksi yang menyebabkan pembengkakan nodus limfa, contohnya, akan berakibat pada pembengkakan nodus limfa yang akan surut. Jika nodus limfa yang bengkak disebabkan oleh suatu kanker dari nodus limfa (lymphoma), maka pembengkakan akan menyurut setelah perawatan lymphoma.

Kapan Saya Harus Mengunjugi Dokter Untuk Pembengkakan Nodus Limfa ?

Jika pembengkakan nodus-nodus limfa berhubungan dengan demam-demam, keringat-keringat malam hari, atau kehilangan berat badan, dan pasien tidak mempunyai infeksi yang nyata apa saja, ia mungkin perlu suatu evaluasi yang menyeluruh oleh seorang dokter.
Juga, orang-orang yang telah dirawat secara tepat untuk suatu infeksi namun mempunyai pembengkakan nodus-nodus limfa yang gigih/persisten mungkin perlu mengunjungi dokternya.
Jika seorang pasien mempunyai suatu kanker yan diketahui, atau telah dirawat untuk satu dimasa lalu dan ia memcatat nodus-nodus limfa yang baru pada area umum dari kanker, ia mungkin perlu memberitahu seorang dokter.

Nodus-Nodus Limfa Umum Yang Mungkin Membengkak

Ada banyak nodus-nodus limfa dewasa di beragam bagian-bagian tubuh yang mungkin membengkak untuk sebab-sebab yang berbeda. Banyak orang-orang dapat biasanya melihat nodus-nodus limfa yang membengkak pada leher, dibelakang telinga, dibawah rahang, diatas tulang selangka (collar bone), dibawah lengan-lengan, dan sekitar selangkangan.
Nodus-nodus limfa yang membengkak pada sisi leher atau dibawah rahang adalah yang paling umum. Mereka mungkin mewakili suatu infeksi disekitar area itu, seperti suatu infeksi gigi atau bisul-bisul, infeksi tenggorokan, penyakit virus, atau infeksi saluran pernapasan bagian atas. Kebanyakan dari penyebab-enyebab dari nodus-nodus limfa yang membengkak pada area ini adalah tidak berbahaya; bagaimanapun, adakalanya, pembengkakan dari nodus-nodus limfa ini mungkin juga menyarankan suatu kanker di area kepala dan leher.
Nodus-nodus limfa yang membengkak dibelakang telinga mungkin berhubungan dengan suatu infeksi sekitar kulit kepala atau kemungkinan suatu conjunctival (eye) infection.
Nodus-nodus limfa dibawah lengan (axilla) adalah penting secara anatomi pada kanker payudara. Mereka seringkali diuji secara fisik pada pasien-pasien yang menjalani pemeriksaan untuk kanker payudara. Mereka juga memainkan suatu peran yang penting dalam pen-stadiuman (menentukan luasnya) dan memprognosa (memprediksi hasil akhir) dari kanker payudara sewaktu pengangkatan dari jaringan kanker dari payudara. Nodus-nodus limfa ini dapat juga menjadi reaktif dan membesar yang disebabkan oleh suatu trauma pada atau suatu infeksi dari lengan pada sisi yang sama.
Nodus-nodus limfa yang membesar diatas tulang selangka (supraclavicular lymphadenopathy) selalu dipertimbangkan adalah abnormal. Ini umumnya menyarankan suatu kanker dari atau suatu infeksi didaerah yang berdekatan. Contoh-contoh dari ini mungkin termasuk infeksi paru, kanker paru, lymphoma di rongga dada, atau kanker payudara. Adakalanya kanker-kanker yang lebih jauh mungkin menabur benih nodus-nodus limfa ini, seperti kanker-kanker genital atau kanker kolon. Beberapa penyebab-penyebab yang tidak berbahaya dari nodus-nodus limfa yang membengkak diatas tulang selangka (clavicle) dapat termasuk tuberculosis atau sarcoidosis.
Nodus-nodus limfa yang membengkak di selangkangan mungkin adalah normal pada orang-orang muda seperti yang disebut lebih awal. Bagaimanapun, mereka dapat juga berakibat dari beberapa penyakit-penyakit seksual yang ditularkan, kanker-kanker genital, atau infeksi-infeksi dari kaki-kaki pada sisi yang sama.

Komplikasi-Komplikasi Pembengkakan Nodus Limfa

Mungkin ada beberapa komplikasi-komplikasi yang berhubungan dengan nodus-nodus limfa yang membesar. Jika pembengkakan nodus limfa berhubungan dengan suatu infeksi yang tidak dirawat, maka suatu bisul (suatu rongga yang mengandung nanah) mungkin terjadi, yang mungkin memerlukan pengaliran melalui sayatan dan antibiotik-antibiotik. Kulit yang mendasari nodus limfa yang membesar mungkin juga menjadi terinfeksi.
Pada kasus-kasus lain, nodus limfa mungkin menjadi sangat besar dan menekan struktur-struktur lain yang berdekatan dalam tubuh. Ini dapat menjadi suatu persoalan yang serius dan mengerikan yang mungkin memerlukan perhatian medis atau operasi yang segera. Contohnya, nodus limfa dibawah lengan (axilla) dapat menekan pembuluh-pembuluh darah dan syaraf-syaraf yang mensuplai lengan. Suatu nodus limfa yang membesar didalam perut mungkin menekan usus-usus dan menyebabkan suatu halangan/rintangan dari usus-usus.

Hypoglycemia (Gula Darah Rendah)

Definisi Hypoglycemia (Gula Darah Rendah)

Hypoglycemia adalah sindrom klinik yang berakibat dari gula darah rendah. Gejala-gejala dari hypoglycemia dapat bervariasi dari orang ke orang, seperti dapat juga keparahannya. Secara klasik, hypoglycemia didiagnosa dengan gula darah rendah dengan gejala-gejala yang hilang ketika tingkat gula kembali ke batasan normal.

Siapa Yang Berisiko Untuk Hypoglycemia (Gula Darah Rendah) ?




Sementara pasien-pasien yang tidak mempunyai persoalan-persoalan metabolik apa saja dapat mengeluh gejala-gejala yang meyarankan gula darah rendah, hypoglycemia yang benar biasanya terjadi pada pasien-pasien yang sedang dirawat untuk diabetes (tipe 1 dan tipe 2). Pasien-pasien dengan pre-diabetes yang mempunyai resisten insulin dapat juga adakalanya mempunyai gula-gula darah rendah jika tingkat-tingkat insulin mereka yang bersirkulasi lebih jauh ditantang oleh periode puasa yang berkepanjangan. Ada penyebab-penyebab lain yang jarang untuk hypoglycemia, seperti tumor-tumor yang menghasilakn insulin (insulinomas) dan obat-obat tertentu. Penyebab-penyebab hypoglycemia yang tidak umum ini tidak akan didiskusikan dalam artikel ini, yang terutama akan berfokus pada hypoglycemia yang terjadi dengan diabetes mellitus dan perawatannya.

Meskipun dengan kemajuan-kemajuan kita dalam merawat diabetes, episode-episode hypoglycemic seringkali adalah faktor yang membatasi dalam mencapai kontrol gula darah yang optimal. Pada studi-studi skala besar yang memperhatikan kontrol yang ketat pada kedua diabetes tipe 1 dan tipe 2, gula-gula darah rendah terjadi lebih sering pada pasien-pasien yang dikendalikan paling intensif. Ini adalah penting untuk pasien-pasien dan dokter-dokter untuk mengenalinya, terutama sebagai tujuan untuk merawat pasien-asien dengan diabetes menjadi kontrol gula darah yang lebih ketat.
Saya Pikir Gula Darah Tinggi Adalah Buruk. Mengapa Gula Darah Rendah Juga Buruk ?

Tubuh perlu bahan bakar untuk bekerja. Salah satu dari sumber-sumber bahan bakar utamanya adalah gula-gula, yang diperoleh tubuh dari apa yang dikonsumsi sebagai gula sederhana atau karbohidrat-karbohidrat yang kompleks. Untuk situasi-situasi darurat (seperti puasa yang berkepanjangan), tubuh menyimpan gula dalam hati sebagai glycogen. Jika perbekalan ini diperlukan, tubuh menjalankan proses biokimia yang disebut gluco-neo-genesis (yang berarti untuk "membuat gula baru") dan merubah perbekalan-perbekalan glycogen ini kedalam gula. Proses pencadangan ini menekankan bahwa sumber bahan bakar dari gula adalah penting (cukup penting bagi manusia-manusia untuk telah mengembangkan sistim penyimpanan yang evolusioner untuk menghindari masa kekeringan gula).

Dari semua organ-organ dalam tubuh, otak tergantung pada gula (yang kita sekarang akan merujuk sebagai glucose) hampir secara eksklusif. Jarang, jika betul-betul diperlukan, otak akan menggunakan keton-keton sebagai sumber bahan bakar, namun ini lebih tidak disukai. Otak tidak dapat membuat glucosenya sendiri dan adalah tergantung pada seluruh tubuh untuk suplainya. Jika untuk beberapa sebab, tingkat glucose dalam darah jatuh (atau jika keperluan-keperluan otak meningkat dan permintaan-permintaan tidak dipenuhi) dapat terjadi efek-efek pada fungsi otak.

Dapatkah Tubuh Melindungi Dirinya Dari Hypoglycemia (Gula Darah Rendah) ?

Ketika tingkat glucose darah yang bersirkulasi jatuh, otak sebenarnya merasakan kejatuhan. Otak kemudian mengirim keluar pesan-pesan yang mencetus rentetan kejadian-kejadian, termasuk perubahan-perubahan pada hormone dan respon-respon sistim syaraf yang bertujuan pada peningkatan tingkat-tingkat glucose darah. Pengeluaran insulin berkurang dan hormon-hormon yang memajukan tingkat-tingkat glucose darah yang lebih tinggi, seperti glucagon, cortisol, hormon pertumbuhan, dan epinephrine semuanya meningkat. Seperti disebut diatas, ada perbekalan dalam hati dari glycogen yang dapat dirubah ke glucose dengan cepat.

Sebagai tambahan pada proses-proses biokimia yang terjadi, tubuh mulai secara sadar menyiagakan orang yang terpengaruh bahwa ada keperluan-kepeluan makanan dengan menyebabkan tanda-tanda dan gejala-gejala dari hypoglycemia yang didiskusikan dibawah.
Gejala-Gejala Hypoglycemia (Gula Darah Rendah), Dan Berapa Rendah Adalah Terlalu Rendah ?

Respon biokimia tubuh pada hypoglycemia biasanya mulai ketika gula-gula berada pada ketinggian/pertengahan dari 70an. Pada titik ini, hati melepaskan perbekalan-perbekalannya dan hormon-hormon yang disebutkan diatas mulai beraktifitas. Pada banyak orang-orang, proses ini terjadi tanpa segala gejala-gejala klinik. Jumlah insulin yang dihasilkan juga meurun dalam usaha untuk mencegah kejatuhan yang lebih lanjut pada glucose.

Sementara ada beberapa derajat dari keberagaman diantara orang-orang, kebanyakan akan biasanya mengembangkan gejala-gejala yang menyarankan hypoglycemia ketika tingkat-tingkat glucose darah diturunkan ke pertengan 60an. Set pertama dari gejala-gejala disebut adrenergic (atau sympathetic) karena mereka berhubungan dengan respon sistim syaraf pada hypoglycemia. Pasien-pasien mungkin mengalami apa saja dari yang berikut;

* kegelisahan,
* berkeringat,
* lapar yang hebat,
* menggigil,
* kelemahan,
* palpitasi-palpitasi, dan
* seringkali mempunyai kesulitan berbicara.

Pada kebanyakan pasien-pasien, gejala-gejala ini dengan mudah dikenali. Mayoritas besar dari pasien-pasien dengan hanya mengalami derajat dari hypoglycemia ini jika mereka berada pada obat-obat atau insulin. Pasien-pasien (dengan diabetes atau yang mempunyai resisten insulin) dengan tingkat-tingkat insulin tinggi yang bersirkulasi yang berpuasa atau menurunkan pemasukan karbohidrat mereka secara drastis harus juga diperingati. Individu-indiidu ini mungkin juga mengalami hypoglycemia yang sedang.

Siapa saja yang telah mengalami episode dari hypoglycemia menggambarkan rasa darurat untuk makan dan menghilangkan gejala-gejala. Dan, itu tepat adalah inti dari gejala-gejala ini. Mereka beraksi sebagai tanda-tanda peringatan. Pada tingkat ini, otak masih dapat mengakses glucose darah yang beredar untuk bahan bakar. Gejala-gejala menyediakan seseorang kesempatan untuk menaikan tingkat-tingkat glucose darah sebelum otak terpengaruh.

Jika seseorang tidak atau tidak dapat merespon dengan memakan sesuatu untuk menaikan glucose darah, tingkat-tingkat dari glucose berlanjut jatuh. Pada suatu tempat pada batasan 50 mg/dl, kebanyakan pasien-pasien berlanjut ke batasan-batasan neuro-glyco-penic (otak tidak mendapat cukup glucose). Pada titikini, gejala-gejala berlanjut ke kebingungan, rasa ngantuk, perubahan-perubahan dalam kelakuan, koma, dan seizure (serangan).

Merawat Hypoglycemia (Gula Darah Rendah)

Pengendalian akut dari hypoglycemia melibatkan pengiriman/penyerahan yang cepat dari sumber gula yang dengan mudah diserap. Soda reguler, juice, lifesavers, table sugar, dan yang mirip adalah opsi-opsi yang baik. Pada umumnya, 15 gram glucose adalah dosis yang diberikan, diikuti oleh penilaian gejala-gejala dan pemeriksaan glucose darah jika memungkinkan. Jia setelah 10 menit tidak ada perbaikan, tambahan 10-15 gram harus diberikan. Ini dapat diulang sampai tiga kali. Pada titik itu, pasien harus dipertimbangkan sebagai tidak merespon pada terapi dan ambulance harus dipanggil.

Ekwivalensi dari 10-15 gram glucose adalah:

* Empat lifesavers
* 4 sendok teh gula
* 1/2 kaleng soda atau juice reguler

Banyak orang-orang suka dengan ide merawat hypoglycemia dengan cake, cookies, dan brownies. Bagaimanapun, gula dalam bentuk karbohidrat-karbohidrat yang kompleks atau gula digabungkan dengan lemak dan protein adalah jauh terlalu perlahan diserap untuk bermanfaat pada perawatan akut dari hypoglycemia.

Sekali episode akut telah dirawat, karbohidrat yang sehat dan beraksi lama untuk mempertahankan gula-gula darah pada batasan yang tepat harus dikonsumsi. Separuh sandwich adalah opsi yang layak.

Jika episode hypoglycemic telah berlanjut ke titik dimana pasien tidak dapat atau tidak akan memakan apa saja melalui mulut, langkah-langkah yang lebih drastis akan diperlukan. Pada banyak kasus-kasus, anggota keluarga atau teman sekamar dapat dilatih dalam penggunaan glucagon. Glucagon menyebabkan pelepasan yang cepat dari simpanan-simpanan glucose dari hati. Ia adalah suntikan yang diberikan secara intramuscular pada pasien yang tidak dapat mamakan glucose dengan mulut. Respon biasanya terlihat dalam menit-meit dan berlangsung untuk kira-kira 90 menit. Sekali lagi, sumber yang beraksi lama dari glucose harus dikonsumsi setelahnya untuk mempertahankan tingkat-tingkat gula darah dalam batasan yang aman. Jika glucagon tidak tersedia dan pasien tidak mampu untuk memakan apa saja dengan mulut, pelayanan-pelayanan darurat (contohnya 911) harus segera dipanggil. Rute intravena dari pemasukan glucose harus ditegakan sesegera mungkin.

Dengan sejarah kekambuhan episode-episode hypoglycemic, langkah pertama dalam perawatan adalah menilai apakah hypoglycemia berhubungan dengan obat-obat atau perawatan insulin. Pasien-pasien dengan pola yang konsisten dari hypoglycemia mungkin mendapat manfaat dari penyesuaian dosis obat. Adalah penting bahwa pasien-pasien memeriksa nilai-nilai glucose darah berkali-kali dalam sehari untuk membantu menentukan apakah ada pola yang berhubungan dengan makanan-makanan atau obat-obat.
Ada Apa Lagi Yang Harus Dilakukan Untuk Mengendalikan Hypoglycemia (Gula Darah Rendah) ?

Ya. Pasien-pasien harus memakai identifikasi yang menyatakan bahwa mereka mempunyai diabetes dan apakah mereka mempunyai kekambuhan hypoglycemia. Pasien-pasien yang berisiko untuk hypoglycemia harus dinasehati memeriksakan gula-gula darah sebelum mereka mengemudikan mobil, menjalankan mesin berat, atau melakukan apa saja yang membebankan fisik. Sebagai tambahan, pasien-pasien harus membawa sumber glucose yang beraksi cepat (seperti yang disebutkan diatas) di setiap waktu, dan menyimpan sumber dalam mobil, kantor, dan samping tempat tidur mereka. Usaha-usaha harus dibuat untuk mengecilkan efek-efek hypoglycemic dari regimen-regimen obat dan menghindari keberagaman sentakan-sentakan pada latihan, aktivitas dan konsumsi alkohol.

Cystic Fibrosis


Definisi Cystic Fibrosis


Cystic fibrosis (CF) adalah penyakit yang diturunkan (diwariskan) dari kelenjar-kelenjar lendir dan keringat anda. Ia mempengaruhi kebanyakan paru-paru, pankreas, hati, usus-usus, sinus-sinus, dan organ-organ seksual anda.




Normalnya, lendir adalah encer/berair. Ia mempertahankan lapisan-lapisan dari organ-organ tertentu tetap lembab dan mencegah mereka mengering atau terinfeksi. Namun pada CF, gen yang abnormal menyebabkan lendir menjadi kental dan lengket.

Lendir terbentuk pada paru-paru anda dan menghalangi saluran-saluran udara. Ini membuat lebih mudah bakteri-bakteri untuk berkembang dan menjurus pada infeksi-infeksi paru berulangkali yang serius. Seiring dengan waktu, infeksi-infeksi ini dapat menyebabkan kerusakan yang serius pada paru-paru anda.

Lendir yang kental dan lengket dapat juga menghalangi tabung-tabung, atau saluran-saluran pada pankreas anda. Sebagai akibatnya, enzim-enzim pencernaan yang dihasilkan oleh pankreas anda tidak dapat mencapai usus kecil anda. Enzim-enzim ini membantu menguraikan makanan yang anda makan. Tanpa mereka, usus-usus anda tidak dapat menyerap lemak-lemak dan protein-protein sepenuhnya.

Sebagai akibatnya:

* Nutrisi-nutrisi meninggalkan tubuh anda tanpa dipergunakan, dan anda dapat menjadi kekurangan gizi.
* Feces-feces anda menjadi sangat besar.
* Anda mungkin tidak mendapatkan cukup vitamin-vitamin A, D, E, dan K .
* Anda mungkin mempunyai gas dalam usus, perut yang membegkak, dan nyeri atau ketidaknyamanan.

Gen-gen yang abnormal juga menyebabkan keringat anda menjadi sangat asin. Sebagai akibatnya, ketika anda berkeringat, tubuh anda kehilangan jumlah-jumlah garam yang besar. Ini dapat mengganggu keseimbangan dari mineral-mineral dalam darah anda. Ketidakseimbangan mungkin menyebabkan anda mendapatkan kedaruratan panas (heat emergency).

CF dapat juga menyebabkan kemandulan (kebanyakan pada pria-pria).

Gejala-gejala dan keparahan dari CF bervariasi dari orang ke orang. Beberapa orang-orang dengan CF mempunyai persoalan-persoalan paru dan pencernaan yang serius. Orang-orang lain mempunyai penyakit yang lebih ringan yang tidak timbul hingga mereka menjadi anak-anak remaja atau kaum dewasa muda.

Kegagalan pernapasan adalah penyebab yang paling umum dari kematian pada orang-orang dengan CF.

Hingga tahun 1980s, kebanyakan kematian dari CF terjadi pada anak-anak dan kaum remaja. Sekarang, dengan perawatan-perawatan yang telah diperbaiki, orang-orang dengan CF hidup rata-rata lebih dari 35 tahun. Penelitian terus menerus mencari:

* Perawatan-perawatan yang lebih baik
* Kesembuhan


Nama-Nama Lain Untuk Cystic Fibrosis

* CF
* Cystic fibrosis dari pankreas
* Penyakit Fibrocystic dari pankreas
* Mucoviscidosis
* Mucoviscidosis dari pankreas
* Penyakit fibrocystic pankreas
* Pancreatic cystic fibrosis

Penyebab Cystic Fibrosis

Cystic fibrosis (CF) disebabkan oleh kerusakan pada gen yang disebut cystic fibrosis transmembrane conductance regulator (CFTR) gene. Gen ini membuat protein yang mengontrol pergerakan dari garam dan air yang masuk dan keluar dari sel-sel didalam tubuh anda. Pada orang-orang dengan CF, gen tidak bekerja secara efektif. Ini menyebabkan lendir yang kental dan lengket dan keringat yang sangat asin yang adalah ciri-ciri utama dari CF.

Setiap dari kita mewarisi dua gen-gen CFTR, satu dari setiap orangtua.

* Anak-anak yang mewarisi gen CFTR yang abnormal dari setiap orangtua akan mempunyai CF.
* Anak-anak yang mewarisi gen CFTR yang abnormal CFTR dari satu orangtua dan gen CFTR yang normal dari orangtua lainnya tidak akan menpuntai CF. Mereka akan menjadi pengidap-pengidap CF (CF carriers).

Pengidap-pengidap CF (CF carriers):

* Biasanya tidak mempunyai gejala-gejala CF
* Hidup kehidupan-kehidupan yang normal
* Dapat memberikan gen CFTR yang abnormal kepada anak-anak mereka

Jika dua pengidap-pengidap CF mempunyai bayi, bayinya mempunyai:

* Satu dari empat kesempatan-kesempatan mewarisi dua gen-gen CFTR yang abnormal dan mempunyai CF.
* Satu dari empat kesempatan-kesempatan mewarisi dua gen-gen CFTR yang normal CFTR dan tidak empunyai CF atau menjadi pengidap.
* Dua dari empat kesempatan-kesempatan mewarisi satu gen CFTR yang normal dan satu gen CFTR yang abnormal. Bayi tidak akan mempunyai CF namun akan menjadi pengidap CF seperti orangtuanya.

Siapa Yang Berisiko Untuk Cystic Fibrosis ?

Kira-kira 30,000 orang di Amerika mempunyai cystic fibrosis (CF).

* Ia mempengaruhi baik pria-pria maupun wanita-wanita.
* Ia mempengaruhi orang-orang dari semua kelompok-kelompok ras dan etnik namun adalah paling umum dianatara orang-orang kulit putih (Caucasians) yang nenek moyangnya datang dari utara Eropa.

CF adalah satu dari penyakit-penyakit yang diwariskan yang paling umum diantara Caucasians.

Kira-kira 1 pada setiap 3,000 bayi-bayi yang dilahirkan di Amerika mempunyai CF.

CF adalah juga umum pada:

* Orang-orang Amerika Latin
* Pribumi-pribumi Amerika, terutama Pueblo dan Zuni

CF adalah lebih kurang umum diantara:

* Orang-orang Amerika keturunan Afrika
* Orang-orang Amerika keturunan Asia

Kira-kira 12 juta orang-orang Amerika adalah pengidap-pengidap dari gen CF yang abnormal. Banyak dari mereka tidak mengetahui bahwa mereka adalah pengidap-pengidap CF.
Tanda-Tanda Dan Gejala-Gejala Cystic Fibrosis

Kebanyakan dari gejala-gejala cystic fibrosis (CF) disebabkan oleh lendir yang kental dan lengket. Gejala-gejala yang paling umum termasuk:

* Batuk yang seringkali yang mengeluarkan sputum (dahak) yang kental.
* Serangan-serangan yang sering dari bronchitis dan pneumonia. Mereka dapat menjurus pada peradangan dan kerusakan paru yang permanen.
* Kulit yang rasanya asin.
* Dehidrasi.
* Kemandulan (kebanyakan pada pria-pria).
* Diare atau feces-feces yang besar, berbau busuk dan berminyak yang terus menerus.
* Nafsu makan yang besar namun penambahan berat badan dan pertumbuhan yang buruk. Ini disebut "kegagalan untuk tumbuh dengan subur". Itu adalah akibat dari malnutrisi yang kronis karena anda tidak mendapatkan nutrisi-nutrisi yang cukup dari makanan anda.
* Nyeri dan ketidaknyamanan lambung yang disebabkan oleh terlalu banyak gas didalam usus-usus.

CF dapat juga menjurus pada persoalan-persoalan medis lain, termasuk:

* Sinusitis. Sinus-sinus adalah ruang-ruang yang diisi udara dibelakang mata-mata, hidung, dan dahi ada. Mereka menghasilkan lendir dan membantu mempertahankan lapisan dari hidung anda lembab. Ketika sinus-sinus membengkak, mereka terhalangi dengan lendir dan dapat menjadi infeksi. Kebanyakan orang-orang dengan CF mengembangkan sinusitis.
* Bronchiectasis. Bronchiectasis adalah penyakit paru dimana tabung-tabung bronchial, atau saluran-saluran udara yang besar dalam paru-paru anda, menjadi meregang keluar dan lembek seiring dengan waktu dan membentuk kantong-kantong dimana lendir berkumpul. Lendir menyediakan tempat berkembang biak untuk bakteri-bakteri. Ini menjurus pada infeksi-infeksi paru yang berulangkali. Setiap infeksi melakukan lebih banyak kerusakan pada tabung-tabung bronchial. Jika tidak dirawat, bronchiectasis dapat menjurus pada penyakit yang serius, termasuk kegagalan pernapasan.
* Pankreatitis. Pankreatitis adalah peradangan pada pankreas yang menyebabkan nyeri.
* Episode-episode dari halangan usus, teruma pada bayi-bayi yang baru dilahirkan.
* Polip-polip hidung, atau pertumbuhan-pertumbuhan dalam hidung anda, yang mungkin memerlukan operasi.
* Clubbing. Clubbing adalah pelebaran dan pembulatan dari ujung-ujung jari-jari tangan dan kaki anda. Ia berkembang karena paru-paru anda tidak cukup menggerakan oksigen kedalam aliran darah anda.
* Paru Yang Mengempis. Ini juga disebut pneumothorax.
* Rectal prolapse. Batuk yang seringkali atau persoalan-persoalan buang air besar mungkin menyebabkan jaringan rektum dari bagian dalam anda untuk keluar dari rektum anda.
* Penyakit hati yang disebabkan oleh peradangan atau saluran-saluran empedu yang terblokir (terhalangi).
* Diabetes.
* Batu-batu empedu.
* Kepadatan tulang yang rendah karena anda tidak mendapatkan Vitamin D yang cukup.


Mendiagnosa Cystic Fibrosis

Pertama, dokter anda akan mendapatkan sejarah medis dan keluarga secara mendetil dan melakukan pemeriksaan fisik yang menyeluruh. Berikutnya, dokter anda mungkin memerintahkan beberapa tes-tes untuk memastikan diagnosis yang akurat.

Tes keringat adalah tes yang paling bermanfaat untuk mendiagnosa cystic fibrosis (CF). Ia mengukur jumlah garam dalam keringat anda. Untuk tes ini, dokter-dokter menggosokan sejumlah kecil kimia yang disebut pilocarpine (pi-lo-KAR-pen) pada lengan atau kaki anda. Mereka kemudian memasang elektrode pada tempat ini. Elekrode menyediakan arus listrik yang ringan yang menghasilkan keringat. Ini mungkin menyebabkan rasa geli atau rasa kehangatan. Mereka kemudian menutupi area dengan gauze pad atau kertas filter dan membungkus dalam plastik. Setelah 30 sampai 40 menit, mereka melepaskan plastik sehingga keringat yang mengumpul pada pad atau kertas dapat dianalisa. Tes biasanya dilakukan dua kali. Tingkat-tingkat garam yang tinggi berarti CF.

Dokter anda mungkin juga melakukan tes-tes berikut untuk mengerti lebih jauh tentang kondisi anda dan bagaimana untuk merawatnya:

* Tes-tes darah untuk mencari gen CF yang abnormal atau hal-hal lain yang mengindikasikan CF.
* X-ray dada . X-ray dada mengambil gambar dari paru-paru anda. Ia dapat menunjukan luka parut dari peradangan pada paru-paru anda.
* X-ray sinus. Tes ini mungkin menunjukan tanda-tanda sinusitis.
* Tes-tes fungsi paru dapat mengukur:
o Berapa banyak udara paru-paru anda dapat tahan
o Berapa cepat anda dapat mengeluarkan udara dari paru-paru anda
o Berapa baik paru-paru anda menambahkan oksigen ke dan mengeluarkan karbondioksida dari darah anda
* Pembiakan Sputum (dahak). Dokter-dokter mengambil contoh dari dahak anda untuk melihat bakteri apa yang sedang tumbuh didalamnya.

Jika anda hamil, tes genetik prenatal dapat menemukan apakah bayi anda mempunyai CF:

* Pada amniocentesis (AM-ne-o-sen-TE-sis), dokter anda memasukan jarum yang berongga melalui dinding perut anda kedalam kandungan untuk mendapatkan sel-sel dari cairan (cairan amniotic) sekitar bayi. Cairan kemudian diuji untuk melihat kedua gen-gen CFTR bayi adalah normal.
* Pada chorionic villus biopsy (ko-re-ON-ik VIL-us BI-op-se), dokter anda menggunakan ultrasound untuk memandu tabung yang tipis melalui vagina dan leher rahim (cervix) anda kedalam kandungan (uterus) dan mengeluarkan sepotong kecil placenta untuk biopsi. Sel-sel dari placenta kemudian diuji untuk melihat apakah bayi mempunyai CF.

Beberapa negara-negara bagian sekarang menguji darah untuk semua bayi yang baru dilahirkan untuk CF.
Pengujian Pengidap CF

Anda mungkin ingin memeriksa apakah anda adalah pengidap CF, jika:

* Anda mempunyai sejarah CF keluarga.
* Anda adalah pasangan dari seseorang dengan CF.
* Anda adalah pasangan yang merencanakan kehamilan.

Penasihat genetik pada rumah sakit lokal anda dapat mengambil contoh darah atau air liur untuk melihat apakah ia mengandung gen CFTR yang abnormal yang menyebabkan CF. Ia akan mendeteksi 9 dari 10 kasus-kasus CF. Beberapa asuransi merencanakan pencakupan pengujian genetik.

Merawat Cystic Fibrosis

Tetap masih belum ada penyembuhan untuk cystic fibrosis (CF), namun perawatan-perawatan telah menjadi lebih baik pada tahun-tahun baru-baru ini. Tujuan-tujuan dari perawatan CF adalah untuk:

* Mencegah dan mengontrol infeksi-infeksi pada paru-paru anda.
* Melonggarkan dan mengeluarkan lendir yang kental dan lengket dari paru-paru anda.
* Mencegah halangan-halangan pada usus-usus anda.
* Menyediakan nutrisi yang cukup.

Perawatan Untuk Persoalan-Persoalan Paru

Perawatan-perawatan utama untuk persoalan-persoalan paru pada orang-orang dengan CF adalah:

Antibiotik-antibiotik untuk infeksi-infeksi saluran-saluran udara

* Terapi Fisik Dada.
* Olahraga.
* Obat-obat lain.

Antibiotik-Antibiotik

Kebanyakan orang-orang dengan CF mempunyai infeksi-infeksi paru derajat rendah yang terus menerus. Adakalanya, infeksi-infeksi ini menjadi begitu serius sehingga anda mungkin memerlukan dirawat dirumah sakit. Antibioti-antibiotik adalah perawatan utama.

Anda mungkin diberikan beberapa tipe-tipe yang berbeda dari antibiotik-antibiotik. Pilihan dari antibiotik-antibiotik tergantung pada:

* Strain-strain dari bakteri-bakteri yang terlibat.
* Berapa serius kondisi anda.
* Sejarah penggunaan antibiotik anda sebelumnya.

Tipe-tipe yang berbeda dari antibioti-antibiotik termasuk:

* Antibiotik-antibiotik oral untuk infeksi-infeksi saluran udara yang relatif ringan.
* Antibiotik-antibiotik yang dihirup, seperti tobramycin (to-bra-MI-sin). Mereka mungkin digunakan sendirian atau dengan antibiotik-antibiotik oral.
* Antibiotik-antibiotik intrvena untuk infeksi-infeksi yang berat/parah atau ketika tidak ada satupun dari antibiotik-antibiotik oral yang bekerja.
* Antibiotik-antibiotik, seperti azithromycin (az-ith-roe-MYE-sin), yang juga mengurangi peradangan.

Terapi Fisik Dada

Terapi fisik dada atau chest physical therapy (CPT) juga disebut menepuk dada atau perkusi dada. Ia melibatkan pemukulan dada dan punggung anda berkali-kali untuk mengeluarkan lendir dari paru-paru anda sehingga anda dapat membatukan lendir keatas. CPT untuk cystic fibrosis harus dilakukan tiga sampai empat kali setiap hari.

CPT juga sering dirujuk sebagai pengaliran postural. Ini melibatkan duduk anda atau berbaring pada perut anda dengan kepala anda kebawah ketika anda melakukan CPT. Ini mengizinkan gaya berat untuk membantu mengalirkan lendir dari paru-paru anda.

Karena CPT adalah berat atau tidak nyaman untuk beberapa orang-orang, beberapa alat-alat telah dikembangkan baru-baru ini yang mungkin membantu dengan CPT. Alat-alat termasuk:

* Penepuk dada elektrik, dikenal sebagai mechanical percussor.
* Vest (rompi) terapi yang dapat dikembangkan yang menggunakan gelombang-gelombang udara frekwensi tinggi untuk memaksa lendir keluar dari paru-paru anda.
* Alat "flutter", alat kecil yang dipegang tangan yang anda napas keluar melaluinya. Ia menyebabkan getaran-getaran yang mengeluarkan lendir.
* Positive expiratory pressure (PEP) mask yang menciptakan getaran-getaran yang membantu melepaskan lendir dari dinding-dinding saluran udara.

Beberapa teknik-teknik pernapasan mungkin juga membantu mengeluarkan lendir. Teknik-teknik ini termasuk:

* Forced expiration technique (FET) - memaksa keluar sepasang pernapasan-pernapasan atau tiupan-tiupan dan kemudian melakukan pengenduran pernapasan.
* Active cycle breathing (ACB) - FET dengan latihan-latihan pernapasan yang dalam yang dapat mengendurkan lendir pada paru-paru anda dan membantu membuka saluran-saluran udara anda.

Latihan/Olahraga

Latihan aerobic membantu:

* Mengendurkan lendir.
* Mendorong batuk untuk membersihkan lendir.
* Memperbaiki kondisi fisik keseluruhan anda.

Jika anda olahraga secara teratur, anda mungkin mampu untuk memperpendek terapi dada anda. Check dengan dokter anda sebelum melakukan ini.
Obat-Obat Lain

Obat-obat anti-peradangan mungkin membantu mengurangi peradangan pada paru-paru anda yang disebabkan oleh infeksi-infeksi yang terus menerus. Obat-obat ini termasuk:

* Steroid-steroid yang dihirup atau, adakalanya oral. Steroid-steroid adalah obat-obat anti-peradangan yang paling efektif.
* Ibuprofen, tipe dari obat anti-peradangan nonsteroid. Ia mungkin juga memperlambat kemajuan dari CF pada anak-anak muda dengan gejala-gejala ringan.
* Bronchodilators, yang adalah obat-obat yang dihirup yang mengendurkan otot-otot sekitar saluran-saluran udara sehingga saluran-saluran udara dapat terbuka. Mereka harus dipakai tepat sebelum CPT untuk membantu membersihkan lendir.

Obat-obat pengencer lendir yang mengurangi kelengketan dari lendir pada saluran-saluran udara anda. Mereka termasuk:

* Human DNase (Dornase Alfa), obat yang mengendurkan lendir pada paru-paru anda. Ia mungkin menjurus pada rawat inap yang lebih pendek.
* Acetylcysteine dan saline.
* Hypertonic saline, larutan dari air yang steril dan sangat asin yang dipakai dengan nebulizer dua kali sehari, dapat membantu membersihkan lendir dan memperbaiki fungsi paru. Beberapa dokter-dokter sekarang memberikannya pada pasien-pasien yang terpilih diatas umur 6 tahun.

Terapi Oksigen

Jika tingkat oksigen dalam darah anda terlalu rendah, anda mungkin memerlukan terapi oksigen. Oksigen biasanya diberikan melalui selang plastik hidung yang bercabang atau masker.
Transplantasi Paru

Operasi untuk menggantikan satu atau keduanya paru-paru anda dengan paru yang sehat dari donor manusia mungkin membantu anda. Beberapa faktor-faktor yang menentukan apakah anda dapat menjalani transplantasi paru termasuk:

* Tipe bakteri dalam paru-paru anda.
* Umur dan berat badan anda.
* Obat-obat yang sedang anda minum.
* Apakah anda mempunyai kondisi-kondisi medis lain, termasuk osteoporosis.
* Berapa baiknya fungsi paru anda.

Manajemen Persoalan-Persoalan Pencernaan

Terapi nutrisi dapat memperbaiki pertumbuhan dan perkembangan, kekuatan, dan toleransi latihan anda. Ia mungkin juga membuat anda cukup kuat untuk melawan beberapa infeksi-infeksi paru. Terapi nutrisi termasuk diet yang seimbang dan tinggi kalori yang adalah rendah lemaknya dan tinggi proteinnya.

Sebagai bagian dari terapi nutrisi anda, dokter anda mungkin:

* Meresepkan enzim-enzim pankreas oral untuk membantu anda mencerna lemak-lemak dan protein-protein dan menyerap lebih banyak vitamin-vitamin. Enzim-enzim harus dimakan dalam bentuk kapsul sebelum setiap kali makan, termasuk snacks.
* Merekomendasikan suplemen-suplemen dari vitamin-vitamin A, D, E, dan K untuk menggantikan vitamin-vitamin yang dapat larut dalam lemak yang tidak dapat diserap oleh usus-usus anda.
* Merekomendasikan bahwa anda menggunakan tabung pemberi makan, yang disebut gastrostomy (gas-TROS-to-me) tube atau T-tube, untuk menambah lebih banyak kalori-kalori pada malam hari ketika anda sdang tidur. Tabung ditempatkan dalam perut anda. Sebelum anda pergi tidur setiap malam, anda pasangkan botol dengan larutan nutrisi pada jalan masuk tabung. Ia memberi makan pada anda ketika anda sedang tidur.

Perawatan-perawatan lain untuk persoalan-persoalan pencernaan yang disebabkan oleh CF mungkin termasuk:

* Enema-enema dan obat-obat pengencer lendir untuk merawat rintangan-rintangan usus.
* Obat-obat yang mengurangi asam lambung dan membantu enzim-enzim pankreas oral bekerja lebih baik.

Hidup Dengan Cystic Fibrosis

Jika anda mempunyai cystic fibrosis (CF), anda harus mempelajari sebanyak mungkin tentang penyakitnya dan bekerja secara erat dengan dokter anda untuk mempelajari bagaimana mengendalikannya.

Perawatan medis yang terus menerus adalah penting. Anda harus mencari perawatan dari suatu team dari dokter-dokter, perawat-perawat, dan orang-orang ahli terapi pernapasan yang berspesialisasi pada CF. Spesialis-spesialis ini seringkali berlokasi pada pusat-pusat yayasan CF pada pusat-pusat medis utama.

* Perawatan sendiri yang baik termasuk:
* Memakan diet yang sehat
* Menghindari asap tembakau
* Cuci tangan anda seringkali untuk mengurangi kesempatan-kesempatan infeksi anda
* Olahraga seringkali
* Minum cairan yang banyak
* Lakukan terapi fisik dada setiap hari
* Dapatkan vaksinasi-vaksinasi flu tahunan atau yang tepat lainnya
* Minum obat-obat anda seperti yang diresepkan

Anda dapat mengharapkan mempunyai kehidupan seksual yang normal.

* Kebanyakan pria-pria dengan CF adalah mandul, namun mereka dapat dibantu dengan teknik reproduksi yang modern.
* Meskipun kebanyakan wanita-wanita dengan CF mungkin kurang subur daripada wanita-wanita yang tidak mempunyai CF, mereka biasanya dapat mempunyai anak-anak. Bicara pada dokter anda sebelum menjadi hamil.

Mempunyai sikap yang positif juga berguna.

Jika anda adalah orangtua dari seseorang dengan CF, jangan merasa bersalah tentang telah memberikannya pada anak anda. Dan jangan terlalu melindunginya; besarkan hati anak anda menjadi aktif dan percaya diri.

tes member

Personal
Message